Pages

Minggu, 24 Maret 2013

lepasnya palembang sebagai kuwula kerajaan mataram


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini dengan baik. Adapun  paper yang kami buat ini berjudul “Lepasnya Hubungan Palembang dengan Mataram
Adapun isi dari makalah ini adalah tentang Faktor-faktor yang menyebabkan Palembang memisahkan diri dari Mataram. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Lokal.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak masalah itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan paper ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.



Indralaya, 12 Desember 2012


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................. 1
DAFTAR ISI................................................................................................ 2
BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................... 3
1.1              Latar belakang.............................................................................. 3
1.2              Rumusan masalah......................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN............................................................................ 5
2.1       Keadaan Mataram pada masa kekuasaan Amangkurat I............. 5
2.2       Faktor yang menyebabkan lepasnya Kesulatanan Palembang
            dengan Mataram........................................................................... 6
BAB III  PENUTUP.................................................................................... 7
3.1...... Kesimpulan................................................................................... 7
3.2...... Kritik dan Saran........................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 8





BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hubungan Kesultanan Palembang dengan Mataram
Hubungan atau ikatan kultural dan tradisional dengan penguasa jawa buat Palembang pada awalnya adalah sesuatu yang bersifat mutlak. Hubungan dengan mataram mencapai puncaknya setelah surabaya jatuh ketangan mataram tahun 1625, Sultan Agung menganggap Palembang sebagai kawulanya demikian juga pemerintah tinggi Belanda menyebut Palembang sebagai kawula kerajaan Mataram. Hubungan yang akrab antara Mataram dengan Kasultanan Palembang juga karena merasa sama-sama keturunan Raden Patah dari Demak. Kasultanan Palembang merasa terlindungi oleh Mataram.
Eratnya pertalian antara Palembang dan Mataram pada masa itu, terus berlanjut. Pada tahun 1625-1626 Dengan 200 kapal perang, maka berangkatlah pasukan Banten yang langsung dipimpin oleh Sultan Muhammad (1580 – 1596) dari Kesultanan Banten pada tahun 1596 didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. Dimana Penyerbuan ini merupakan anjuran atau hasutan oleh Pangeran Mas, putra Arya Pangiri dari Demak.  Lampung, Seputih, dan Semangka diperintahkan untuk mengerahkan tentaranya menyerang dari darat. Maka terjadilah pertempuran hebat di sungai Musi sampai berhari-hari. Akhirnya pasukan Palembang dapat dipukul mundur. Tapi dalam keadaan yang hampir berhasil itu, sultan yang memimpin pasukan dari kapal Indrajaladri tertembak yang mengakibatkan kematian beliau. Penyerangan tidak dilanjutkan, pasukan Banten pun kembali tanpa mendapat hasil (Djayadiningrat, 1983:41-42 dan Hamka, 1982:74-84). Peristiwa gugurnya Maulana Muhammad ini terjadi menurut sangsakala "Prabu lepas tataning prang" atau tahun 1596 M (Djayadiningrat, 1983:168). Kemenangan Palembang atas Banten ini juga berkat bantuan yang dikirim oleh Mataram.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana keadaan hubungan Palembang dengan Mataram.
2.      Bagaimana keadaan Mataram saat melemahnya hubungan Palembang dengan Mataram
3.      Apa faktor-faktor yang menyebabkan Palembang memisahkan diri dengan Mataram.












BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Keadaan Mataram pada masa kekuasaan Amangkurat I
Sepeninggal Sultan Agung yang mengalami masa kejayaannya, yang meneruskan tahta Kesultanan Mataram adalah putra dari Sultan Agung sendiri yang bernama Raden Mas Sayidin dengan gelar Sultan Amangkurat Senapati ing Alaga Ngabdur Rahman Sayidin Panatagama atau Amangkurat I. Pada masa Amangkurat I dianggap sebagai masa-masa atau detik-detik runtuhnya Kesultanan Mataram. Pada masa pemerintahan Amangkurat I telah muncul tanda-tanda melemahnya dominasi kekuasaan Mataram yang mengalami puncak kejayaanya pada masa pemerintahaan ayahnya, Sultan Agung. Tanda-tanda dari keruntuhan Kesultanan Mataram anatara lain, kebijakan-kebijakan Amangkurat I yang menimbulkan ketidakstabilan politik dalam menjalankan roda pemerintahannya. Selain itu, Amangkurat I terkenal lebih dekat kepada VOC, hal demikian berbeda ketika masa pemerintahan ayahnya, Sultan Agung yang memusuhi VOC. Kedekatan Amangkurat I dengan VOC menyebabkan terjadinya intervensi VOC terhadap politik Kesultanan Mataram.
Dan sejak Mataram dipimpin Sunan Amangkurat I, hubungan Kesultanan Palembang dengan Mataram sedikit renggang. Banyaknya intrik di kerajaan Mataram membuat kerajaan yang sempat besar itu kurang memperhatikan hubungan dengan negara sahabat. Apalagi ketika pengaruh Belanda makin masuk dalam tata pemerintahan di Mataram.

2.2 Faktor yang menyebabkan Lepasnya Kesultanan Palembang dengan Mataram
Setelah terjadinya hubungan antara Mataram dengan VOC, keadaan yang ada di Mataram sangat dipengaruhi oleh VOC, dan Mataram lebih berpihak pada VOC. Sehingga ketika Palembang ingin memperbaiki keadaan hubungannya dengan Mataram pada awal bulan maret 1677, Orang-orang dari palembang tidak memperoleh sambutan hangat dan mereka tidak diterima. Juga saat terjadi krisis politik ataupun serangan dari luar terhadap integritas Palembang diselesaikan sendiri oleh Palembang. Penghacuran Kota Palembang (Benteng Kuto Gawang) tahun 1659 oleh Belanda, sebetulnya banyak orang-orang Mataram yang terlibat dalam penghancuran Kuto Gawang tersebut. Seperti diketahui Ockersz menembak sebuah kapal Jawa yang berisikan lada milik putra mahkota waktu kejadian penghancuran Kuto Gawang oleh Belanda, juga perselisihan dengan Jambi, hanya dilihat oleh Mataram dari jauh. Keadaan ini tentulah menyebabkan apa yang disebut oleh Taufik Abdullah sebagai “Kemacetan dalam sistem aliansi dan ketidakstabilan dari ikatan pertuanan diselesaikan oleh kebaikan hati VOC”.






BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi, Saat mataram di perintah Amangkurat 1, keadaan mataram semakin melemah dan kebijakan yang di lakukan oleh sultan terlihat hanya untuk mementingkan diri sendiri, dan menjalin hubungan VOC yang membuat daerah di bawah kawulahnya merasa tidak senang , dan saat terjadi krisis politik ataupun serangan dari luar terhadap integritas Palembang diselesaikan sendiri oleh Palembang, Mataram hanya melihatnya dari jauh. Perselisihan dengan Jambi dan saat Belanda menyerang Palembang  tidak ada tindakan yang di lakukan oleh mataram untuk membantu Palembang bahkan membenarkan semua tindakan belanda, pada saat yang bersamaan Palembang mengirim utusanya untuk melaporkan keadanya palembang saat itu ke mataram namun hal itu tidak di hiraukan  oleh Sultan Palembang hal itu lah yang menambah sakit hati dari pihak palembang ,dan memutuskan untuk memisahkan diri dari mataram dan berjuang sendiri mengahadapi konflik yang sedang terjadi. Dan karena keputusan Palembang untuk memisahkan diri dengan Mataram itulah Palembang menjadi Kesultanan yang Merdeka.
3.2 Kritik dan Saran
Penulisan makalah yang berjudul Lepasnya Palembang dari Mataram ini masih jauh dari sempurna. Kami dari kelompok 5 mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar pada penyusunan paper berikutnya dapat semakin baik. Semoga penyusunan paper ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar